Showing posts with label sifat benci dan cinta dalam Islam. Show all posts
Showing posts with label sifat benci dan cinta dalam Islam. Show all posts

Apakah marahan dengan sesama muslim lebih dari tiga hari itu berdosa? Mengapa dan apa dalilnya?

Benar, marah kepada sesama muslim lebih dari tiga hari termasuk tindakan yang berdosa. Sebabnya, karena sesama muslim adalah bersaudara, sebagimana firman Allah.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (al-Hujurat:10)

Apakah marahan dengan sesama muslim lebih dari tiga hari itu berdosa? Mengapa dan apa dalilnya?
Ilustrasi Marah

Sebagai wujud persaudaraan, maka seharusnya sesama mukmin saling menyayangi. Karena itu kalau ada dua orang muslim yang saling marah, bentuk mendamaikan dan memperbaiki persaudaraan adalah dengan mengusahakan agar mereka saling menyayangi sehingga bagaikan satu tubuh, sebagaimana hadis nabi.

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بالسهر والحمى

Dari Nu’man bin basyir berkata, rasulullah saw bersabda; perumpaman orang-orang mukmin dalam kecintaan, kasih, dan sayang mereka adalah seperti satu tubuh, apabila ada anggota yang mengeluh maka ia akan membawa seluruh tubuhnya merasa panas dan tidak bisa tidur (HR Muslim)

Kalau saling marah dan saling mendiamkan, maka tindakan ini bertentangan dengan hadis nabi

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا وَلَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ

Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah saw bersabda, Janganlah kalian saling membenci, jangan saling mendengki, dan janganlah saling membelakangi, jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara, dan tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam (hari) (HR al-Bukhari)

Arti Cinta Benci dan Cemburu dalam Islam


Arti Cinta Benci dan Cemburu dalam Islam



Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, di antara hamba-hamba Allah ada yang bukan nabi, tetapi para nabi dan syuhada cemburu terhadap mereka.”

Ada sahabat yang bertanya, “Siapakah mereka wahai Rasul? Semoga kami bisa turut mencintai mereka.”

Rasulullah pun menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka. Wajah-wajah mereka bagaikan cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih.”

Kemudian Rasul pun membacakan ayat, ‘Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati’,” (QS. Yunus: 62).

Cinta dan benci adalah dua sifat fitrah yang senantiasa melekat dalam diri manusia, kapan pun dan di mana pun ia berada. Kedua sifat tersebut merupakan karunia Allah SWT sejak manusia diciptakan. Cinta tidak selalu bermuatan positif; demikian pula sebaliknya, benci tidak selalu bermuatan negatif, seperti yang dipahami dan dianggap sebagian besar orang.

Dalam Islam, kedua kata yang berlawanan arti ini bisa sama-sama positif apabila disalurkan sesuai dengan aturan Allah. Bahkan, cinta dan benci bisa menjadi ladang amal saleh kalau dikelola dengan baik dan sesuai dengan aturan Islam. Sebaliknya, keduanya pun bisa menjadi bumerang buat kita, saat kita menyalurkan kedua perasaan itu di luar syariat yang telah ditetapkan Allah.

Menurut Syekh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, cinta ialah perasaan sayang yang disertai mahabbah. Sedangkan benci ialah kebalikannya. Seseorang bisa saja mencintai orang lain dengan perspektif abstrak; yaitu ‘cinta’ dengan tutur katanya yang sopan, budi pekertinya, tata krama, juga etika bersikap terhadap sesama.

Sebaliknya, banyak pula seseorang yang mencintai pasangannya atau saudaranya karena faktor duniawi semata, entah itu kecantikan, jabatan, kekayaan, materi yang melimpah, yang semuanya sungguh-sungguh bersifat tidak kekal alias fana. Jika demikian adanya, siapakah yang harus kita cintai?

Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang siapa saja memilikinya, maka akan merasakan lezatnya keimanan. Pertama, Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada apapun. Kedua, mencintai karena Allah. Ketiga, enggannya untuk kembali bermaksiat, seperti tidak maunya ia dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadis tersebut, sekiranya ada benang merah yang dapat kita ambil bahwa yang layak kita cintai ialah orang-orang yang jua mencintai Allah, yang melaksanakan syariat Allah, yang ikhlas beribadah di jalan Allah. Sedangkan orang yang patut kita benci ialah—orang yang kafir terhadap Allah.

Dari kesimpulan tersebut, maka akan lahirlah keikhlasan hati untuk mencintai dan membenci karena Allah serta keistiqamahan diri untuk tidak berbuat maksiat baik kepada Allah juga enggan menyakiti sesama. Pada akhirnya, mencintai karena Allah, akan menghasilkan sebuah doa yang tulus, agar orang-orang yang kita cintai karena Allah, senantiasa berada di jalan dan petunjuk Allah.

Sebab, jika kita mencintai seseorang karena perkara duniawi yang sifatnya sementara, maka Allah pun akan melepaskan ikatan tersebut. Dia balikkan hati-hati yang tadinya saling mencintai, jadi memusuhi—karena kekeliruannya sendiri.

Beda halnya dengan orang yang mencintai karena Allah, hatinya selalu tenang jika berada dengan orang yang ia cinta, sebab yang dicinta senantiasa melakukan ibadah mahdzah dan ghairu mahdzah—sehingga, apa pun yang terjadi—perpisahan maut sekalipun, ia akan tetap ikhlas dan yakin bahwa Allah akan mempertemukan dan mengumpulkannya bersama insan dan orang-orang yang ia cintai selama di dunia. Seperti sabda Rasulullah di atas, hingga para nabi dan syuhada pun cemburu. Wallahu a’lam.

sumber: republika Online